Sebagai upaya mewujudkan ekosistem sekolah yang lebih ramah lingkungan dan bebas sampah organik, Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY) melalui tim Maghasy sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat di SMK Plus Khoiriyah Hasyim, pada Selasa 28 Juli 2026
Kegiatan inovatif ini mengusung tajuk utama "Biokonversi Limbah Pangan Sekolah Berbasis Maggot Sirkular & Monitoring Digital"
Program ini dirancang khusus untuk memberikan solusi nyata terhadap pengelolaan limbah sisa makanan di area sekolah. Dengan memanfaatkan maggot larva lalat "Black Soldier Fly", limbah pangan sekolah diurai secara cepat dan efisien. Konsep sirkular yang diterapkan memastikan bahwa hasil dari biokonversi ini tidak ada yang terbuang, melainkan menciptakan siklus berkelanjutan yang bernilai ekologis tinggi.
Satu hal yang menarik dari inovasi yang dibawa oleh UNHASY ini adalah penerapan sistem "Monitoring Digital". Melalui sistem ini, proses biokonversi tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi perkembangannya dapat dipantau secara terukur menggunakan instrumen teknologi. Hal ini sangat relevan dengan semangat siswa sekolah kejuruan (SMK) yang lekat dengan adaptasi teknologi modern.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, para siswa dan siswi SMK Plus Khoiriyah Hasyim tampak antusias terlibat langsung. Mereka mengamati dan mempelajari cara kerja rak biokonversi Maghasy yang telah dipasang di area sekolah. Interaksi langsung ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang aplikatif.
Kolaborasi edukatif antara civitas akademika Universitas Hasyim Asy'ari dan SMK Plus Khoiriyah Hasyim ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan (eco-awareness) sekaligus membekali para siswa dengan keterampilan wirausaha hijau (green entrepreneurship) di masa depan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren dan sekolah kejuruan dapat menjadi pelopor agen perubahan lingkungan di masyarakat.