Dunia pendidikan vokasi dituntut untuk terus bergerak mengikuti perkembangan industri. Bukan hanya siswa yang harus memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi para guru juga perlu terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya.
Hal inilah yang dijalani Fery Sriafandi, S.Kom., guru produktif SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang, melalui kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Daring Magang Gelombang 3.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BBPPMPV Seni dan Budaya di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan JTV Surabaya, diawali secara daring sejak 24 hingga 31 Agustus 2026.
Tidak hanya Fery, kegiatan ini juga diikuti 14 guru produktif dari berbagai SMK di Jawa Timur. Mereka datang dari sejumlah daerah, mulai dari Malang, Bojonegoro, Jombang, Surabaya, Jember hingga Banyuwangi.
Selama pembelajaran daring, para peserta mendapatkan beragam materi yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran vokasi. Mulai dari pemahaman Teaching Factory atau TEFA hingga konsep pembelajaran mendalam yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Namun, pengalaman belajar tidak berhenti di ruang virtual.
Sejak 1 hingga 10 September 2026, para peserta terjun langsung ke lingkungan industri penyiaran melalui kegiatan magang di JTV Surabaya.
Di sini, guru tidak hanya duduk sebagai peserta pelatihan. Mereka diajak mengenal secara langsung bagaimana sebuah produksi televisi berlangsung, mulai dari proses peliputan berita, penggunaan kamera, editing, hingga proses broadcast.
Salah satu pengalaman menarik dilakukan peserta secara individu melalui praktik liputan di kawasan Kota Lama Surabaya.
Dengan menggunakan kamera ENG, peserta ditantang membuat produk berita dengan berbagai pendekatan jurnalistik, baik hard news maupun soft news atau feature.
Hasil liputan kemudian dikumpulkan dan direview bersama. Dari proses inilah peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah berita diproduksi, sekaligus mendapatkan masukan untuk meningkatkan kualitas karya mereka.
Pengalaman berbeda didapat ketika peserta mempelajari penggunaan kamera EFP.
Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan ditantang menyusun sebuah program podcast di studio JTV Surabaya. Dalam praktik tersebut, mereka tidak hanya belajar mengoperasikan peralatan, tetapi juga belajar bekerja sebagai sebuah tim produksi.
Program podcast tersebut menghadirkan Candra Jamil sebagai narasumber.
Bagi Fery Sriafandi, pengalaman belajar langsung di industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi guru vokasi.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan dunia pertelevisian.
FERY SRIAFANDI – GURU PRODUKTIF SMK PLUS KHOIRIYAH HASYIM TEBUIRENG
“Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena selain untuk meningkatkan skill guru, juga untuk memperbarui pengetahuan guru terkait apa yang baru di dunia pertelevisian serta sinkronisasi kurikulum antara sekolah dan kebutuhan di dunia industri saat ini, sehingga saat guru dalam menyampaikan pembelajaran di kelas juga sudah sesuai dengan kebutuhan DUDIKA.”
Pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan tidak berhenti pada masing-masing peserta.
Setelah kegiatan resmi ditutup pada Kamis, 10 September 2026, para guru akan menyusun Rencana Tindak Lanjut atau RTL di sekolah masing-masing.
Melalui rencana tersebut, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan magang diharapkan dapat dibagikan kembali kepada guru produktif lainnya.
Dengan demikian, pembelajaran dari industri tidak hanya menjadi pengalaman pribadi peserta, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebab, bagi pendidikan vokasi, belajar dari industri bukan sekadar menambah keterampilan.
Lebih dari itu, menjadi cara untuk memastikan bahwa apa yang diajarkan di ruang kelas tetap relevan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan di dunia industri.