Pengimbasan Hasil Magang Guru di JTV Surabaya, Perkuat Kompetensi Guru Produktif SMK Plus KHAS

admin 13 Sep 2026 23 Views

Jombang, 13 September 2026 — Pengalaman yang diperoleh dari dunia industri tidak berhenti ketika kegiatan magang selesai. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat justru perlu dibagikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Semangat inilah yang melatarbelakangi kegiatan Pengimbasan Hasil Magang Guru di JTV Surabaya yang dilaksanakan di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Ahad (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Podcast SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng tersebut menghadirkan Fery Sriafandi, S.Kom., sebagai pemateri. Fery merupakan guru produktif yang sebelumnya mengikuti program magang di JTV Surabaya sebagai bagian dari kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi.

Pengimbasan ini menjadi bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah Fery mengikuti rangkaian pembelajaran program tersebut. Sebelumnya, kegiatan telah dilaksanakan melalui pembelajaran secara daring selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan magang secara luring di JTV Surabaya selama 10 hari.

Berbagai pengalaman selama berada di lingkungan industri media kemudian dibawa kembali ke sekolah untuk dibagikan kepada guru produktif. Materi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT), tetapi juga mencakup Teaching Factory (TEFA) dan konsep Pembelajaran Mendalam.

Bagi SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, penguatan kompetensi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan perubahan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Sekolah dituntut untuk terus menyesuaikan pembelajaran agar kompetensi yang diberikan kepada peserta didik tetap relevan dengan perkembangan industri.

Terlebih, Program PSPT merupakan program baru di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng yang sebelumnya dikenal sebagai Program Multimedia. Perubahan tersebut membawa konsekuensi pada kebutuhan penyegaran kompetensi bagi guru pengajar.

Transformasi program keahlian bukan sekadar perubahan nama. Di dalamnya terdapat tuntutan untuk memperbarui wawasan, metode pembelajaran, perangkat produksi, hingga pemahaman terhadap standar kerja yang berkembang di industri.

Suasana pengimbasan pun berlangsung interaktif. Para guru produktif terlibat dalam diskusi dan bertukar pengalaman mengenai tantangan pembelajaran vokasi, kebutuhan industri, serta bagaimana pengalaman dari dunia kerja dapat diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata bagi peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, pengalaman yang diperoleh dari JTV Surabaya diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman personal seorang guru. Pengetahuan tersebut menjadi aset bersama sekolah yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran dan penguatan program PSPT.

Bagi SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, kegiatan pengimbasan menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya belajar di kalangan pendidik. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar, memperbarui kompetensi, dan membawa pengalaman dunia industri ke dalam ruang kelas.












Pada akhirnya, keterhubungan antara sekolah dan industri bukan hanya dibutuhkan untuk menyiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja. Lebih dari itu, keterhubungan tersebut juga menjadi ruang bagi guru untuk terus berkembang agar pembelajaran vokasi benar-benar berjalan selaras dengan kebutuhan zaman.

admin

Kontributor aktif di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang.