Satu Hari, Tiga Pelatihan: SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Hidupkan Semangat Belajar Bersama

admin 20 Sep 2026 76 Views
Jombang, 20 September 2026 — Suasana belajar di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng tampak berbeda pada Selasa, 20 September 2026. Jika biasanya proses pembelajaran berlangsung di ruang kelas dengan guru dan siswa, hari itu sekolah menghadirkan tiga kegiatan pelatihan sekaligus di tempat yang berbeda.
Guru Belajar, Berbagi, dan Menguatkan Literasi Digital
Siswa Kelas XI Belajar Menjadi Jurnalis Muda
Kelas X Mengenal Organisasi dan Belajar Fotografi-Videografi
Belajar Tidak Hanya di Kelas
Ketiganya menyasar kelompok yang berbeda—guru dan tenaga kependidikan, siswa kelas XI, serta siswa kelas X. Meski berbeda materi dan peserta, ketiga kegiatan tersebut memiliki semangat yang sama: membuka wawasan, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan warga sekolah menghadapi kebutuhan di era digital.
Pelatihan pertama berlangsung di ruang kelas 3 dengan peserta guru dan staf Tata Usaha SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Hampir seluruh guru dan tenaga kependidikan hadir mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.
Salah satu materi yang diberikan adalah optimalisasi penggunaan Interactive Flat Panel (IFP)/PID dalam mendukung proses pembelajaran. Materi tersebut dipimpin oleh Muntaha, S.Kom. Para guru tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga diajak memahami bagaimana perangkat digital dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam kegiatan pembelajaran.
Materi kemudian berlanjut pada isu yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni keamanan di dunia digital. Adi Maulana, S.Kom. memberikan wawasan mengenai berbagai bentuk penipuan digital sekaligus pentingnya meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di ruang digital.
Tidak berhenti pada teknologi, kegiatan juga menyentuh aspek keluarga melalui materi parenting yang disampaikan oleh Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Hal ini menjadikan kegiatan IHT tidak sekadar meningkatkan kompetensi profesional, tetapi juga memperluas perspektif guru dan tenaga kependidikan dalam mendampingi peserta didik.
Di tempat berbeda, suasana tak kalah menarik terlihat dalam pelatihan yang diikuti siswa kelas XI. Kali ini, sekolah menghadirkan delapan perwakilan Tebuireng Online sebagai guru tamu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penulisan berita dan reportase.
Para siswa diperkenalkan pada dasar-dasar reportase dan teknik wawancara. Materi tidak berhenti pada penyampaian teori. Setelah mendapatkan bekal, siswa kelas XI langsung diajak mempraktikkan keterampilan jurnalistik dengan terjun ke lingkungan sekolah untuk melakukan peliputan.
Mereka belajar mengamati peristiwa, menentukan informasi penting, melakukan wawancara, serta mengolah hasil temuan menjadi bahan berita.
Metode praktik langsung ini membuat kegiatan terasa lebih hidup. Siswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah berita ditulis, tetapi juga memahami bahwa berita bermula dari kemampuan melihat dan menggali sebuah peristiwa.
Sementara itu, Laboratorium Komputer SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng dipenuhi siswa kelas X yang antusias mengikuti kegiatan pengenalan organisasi intra sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Reformasi Organisasi Siswa di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, khususnya OSIS dan Mainset (Media Informasi SMK TBI).
Para siswa terlebih dahulu mendapatkan pengenalan mengenai jenis-jenis organisasi siswa yang ada di lingkungan sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan yang dipimpin oleh pengurus Mainset.
Mainset menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, khususnya di bidang media dan komunikasi. Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas X mendapatkan kesempatan untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan peralatan fotografi dan videografi.
Menariknya, proses belajar berlangsung dengan pola learning from peers. Para siswa kelas X mendapatkan pendampingan langsung dari kakak kelas mereka, yakni siswa kelas XI yang menjadi pengurus Mainset.
Kamera dan perangkat videografi yang sebelumnya mungkin terasa asing mulai digunakan secara langsung. Siswa belajar mengenal perangkat, mengambil gambar, hingga memahami dasar-dasar produksi konten.
Tiga kegiatan yang berlangsung dalam satu hari tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di sekolah tidak selalu harus berlangsung melalui pembelajaran konvensional di dalam kelas.
Guru belajar meningkatkan kompetensi digital dan kewaspadaan di dunia maya. Siswa kelas XI belajar menjadi reporter dan pewarta muda. Sementara siswa kelas X mulai mengenal organisasi sekaligus mengembangkan keterampilan fotografi dan videografi.
Semangat tersebut turut dirasakan oleh Dewi Luanah, S.Pd. yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal untuk terus berkembang.
Ia menyampaikan sebuah ungkapan yang sederhana namun sarat makna:
“Ilmu iku diparingke, mboten dipamerke.”
Artinya, ilmu itu diberikan, bukan untuk dipamerkan.
Pesan tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika dibagikan, dipraktikkan, dan kemudian ditularkan kepada orang lain.
Di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, satu hari dengan tiga pelatihan akhirnya bukan sekadar agenda sekolah. Ia menjadi ruang bertemunya guru, siswa, praktisi, dan pengalaman untuk sama-sama belajar.
Sebab, pendidikan bukan hanya tentang siapa yang mengajar dan siapa yang belajar. Pendidikan juga tentang bagaimana ilmu terus bergerak—dari satu orang kepada orang lain, dari pengalaman menjadi keterampilan, dan dari keterampilan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.






























admin

Kontributor aktif di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang.