Bukan Sekadar Jualan, Siswa SMK Plus Khoiriyah Hasyim Ubah Ruang Kewirausahaan Menjadi Bazar Lewat Proyek Kokurikuler.

Admin Sekolah 10 Feb 2026 35 Views



Jombang – Ruang PKWU SMK Plus Khoiriyah Hasyim berubah menjadi pasar kreatif
pada Senin (08/02/2026). Melalui kegiatan kokurikuler mata pelajaran Prakarya
dan Kewirausahaan (PKWU), para siswa ditantang untuk memproduksi dan memasarkan
makanan hasil olahan mereka sendiri secara mandiri.



Berbeda dengan kantin sekolah pada umumnya, setiap produk
yang dijajakan di stan-stan siswa merupakan hasil riset dan produksi orisinal.
Mulai dari camilan tradisional yang dimodifikasi hingga makanan kekinian,
semuanya diolah langsung oleh tangan siswa dengan memperhatikan standar kebersihan
dan estetika kemasan.



Belajar di Luar Ruang Kelas



Kegiatan kokurikuler ini
dirancang untuk memperdalam materi kewirausahaan yang selama ini dipelajari
secara teori di dalam kelas. Siswa tidak hanya belajar cara memasak, tetapi
juga mempraktikkan manajemen produksi yang efisien.



"Dalam kegiatan kokurikuler ini, poin utamanya adalah
kemandirian. Siswa harus mampu mengolah bahan mentah menjadi barang bernilai
jual. Mereka belajar menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan), menentukan margin
keuntungan, hingga menghadapi konsumen secara langsung," ujar salah satu
guru pengampu PKWU.



Inovasi Olahan Sendiri



Beberapa produk unggulan yang
menarik perhatian antara lain
Sticky Milk dengan beberapa varian rasa dan
Churros yang sangat unik rasanya. Seluruh modal yang digunakan merupakan
hasil kolektif kelompok, sehingga siswa benar-benar merasakan tanggung jawab
dalam mengelola keuangan bisnis kecil-kecilan mereka.

Seorang siswa kelas X, Riko
Saputra, mengaku bahwa bagian tersulit bukan saat memasak dan menjual produk
makanan ini, melainkan pada saat memasukkan varian rasa ke dalam bagian dalam
churros itu sendiri memastikan rasa makanannya konsisten dan tetap menjaga
bentuknya agar tidak berubah atau pecah saat proses penggorengan. "Menurut
saya bagian tersulit dalam pembuatan churros Adalah memasukkan varian rasa yang
di inginkan pembeli tanpa harus merusak ke estetikan bentuk churros itu sendiri,"
tuturnya.


Penilaian Berbasis Proses

Salah satu guru menyatakan bahwa kegiatan yang di selenggarakan ini
berjalan dengan kompak yang membuat para siswa mengeluarkan ide-ide kratif yang
di mana ide-ide ini sangat di butuhkan Ketika para siswa sudah lulus nanti, dan
juga margin profit dari kegiatan ini tidak kecil yang berarti menggambarkan bahwa
para siswa/I ini mampu untuk mengolah juga mempromosikan produk makanan yang
telah mereka buat dengan sebaik mungkin.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang tidak hanya siap
kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja sendiri di masa depan dengan
memulai dari hal-hal receh sekecil apapun tapi jika di poles dengan sebaik
mungkin akan menjadi hal besar di kemudian hari.

 

Admin Sekolah

Kontributor aktif di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang.